home » news » fashion tendance APPMI, 2007

img

FASHION TENDANCE APPMI, 2007

Bagi pecinta Fashion di tanah air, tanggal 28 dan 29 November 2006 lalu merupakan hari yang sangat penting, karena saat itu digelar Fashion Tendance 2007, sebuah tradisi tahunan dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Berbagai macam koleksi ditampilkan, kali ini acara terbagi dalam 3 kategori, yaitu busana muslim, busana kotemporer dan busana koktail. Seperti juga tahun-tahun sebelumnya, Sariayu Martha Tilaar sebagai trend setter warna rias wajah di Indonesia kembali menunjukan dukungannya terhadap perkembangan dunia fashion tanah air. Sariayu Martha Tilaar menjadi official make up Fashion Tendance 2007 sekaligus merias model dengan warna-warna yang mengagumkan dari koleksi trend warna Sariayu 2007 yaitu Parijs Van Java. Berikut liputannya

Fashion tendance merupakan acara tahunan yang digelar APPMI sejak tahun 1993, dan kali ini mengangkat tema 'batik' sebagai warisan budaya yang dapat diolah menjadi berbagai macam busana, baik busana muslim, kontemporer maupun koktail. Para perancang APPMI yang mempresentasikan hasil karyanya, diantaranya adalah Anne Rufaidah, Monika Jufri, Nuniek Mawardi, Savitri, Novia Hertini, Taruna K Kusamayadi, Sofie, Malik Moestaram, Lia Mustafa, Christiana Noviantari, Musa Widyaatmodjo, Jeanny Ang, Harry Ibrahim, Nita Azhar, Adyadma,
Merry Pramono, Hengki Kawilarang, Ian Adrian, Sandriyant, Elisa, dan Poppy Dharsono.

Konferensi Pers Fashion Tendance 2007 Wartawan mengabadikan Renata sebagai model
dari Sariayu Martha Tilaar


Dalam konferensi pers yang dihadiri tidak kurang 40 media nasional, terungkap bahwa tujuan diadakakannya Fashion Tendance 2007 kali ini adalah untuk memberikan arahan komprehensif mengenai konsep rancangan terkini, versi APPMI bagi masyarakat luas, sekaligus mendorong industri mode Indonesia untuk terus mengembangkan usahanya secara produktif. Sementara Ibu Martha Tilaar yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, berkembangnya industri mode tanah air akan menambah nilai dan kebanggaan bagi bangsa, dan Sariayu Martha Tilaar akan ikut mendorong dunia fashion Indonesia agar menjadi tuan di rumah sendiri. Dalam kesempatan itu, Martha Tilaar juga mempresentasikan Trend Warna ke-21 dari Sariayu, yaitu Sariayu Parijs Van Java yang dipercaya oleh para perancang busana untuk melengkapi keindahan hasil karyanya. Trend Warna 2007, Sariayu parijs Van Java mengambil inspirasi kecantikan dari bumi Parahyangan dengan dua macam koleksinya, yaitu Geulis dan Maribaya. Selain menampilkan warna-warna yang mempesona, trend warna kali ini juga dilengkapi dengan 100% pelembab alami, sehingga tidak hanya cantik tapi juga sehat dan aman untuk kulit.

Martha Tilaar mempresentasikan Trend Warna 2007
Sariayu Martha Tilaar Parijs Van Java, hasil inspirasi
kecantikan dari Bumi Parahyangan

Untuk tata rias rambut dan wajah model dalam Fashion Tendance, Sariayu Martha Tilaar berkolaborasi bersama Puspita Martha, dengan melibatkan 15 orang make up artist. Dalam waktu hanya 4 jam, terciptalah kecantikan yang sempurna, hasil inspirasi keindahan sapuan warna-warna bumi parahyangan yang memukau, Trend Warna 2007 Sariayu Parijs Van Java

Backstage: Tata rias rambut dan wajah oleh Puspita Martha
dengan menggunakan Trend Warna 2007, Sariayu Parijs Van Java

 

Busana Muslim

Busana bagi umat muslim kini tidak hanya berfungsi untuk menutupi bagian tubuh, tapi bisa juga dikreasikan agar memiliki nilai estetika yang sesuai dengan perkembangan dunia fashion. Lihatlah, bagaimana perancang busana seperti Monika Jufri dan rekan-rekannya mampu menampilkan karya busana muslim yang memanjakan selera hati dan mata. Selain menampilkan warna-warna cerah, kreasi busana muslim kali ini juga diperkaya dengan berbagai detail yang menarik. Keindahan karya busana muslim ini terasa semakin lengkap dengan riasan wajah dari Trend Warna 2007, Sariayu Parijs Van Java

Busana Kontemporer dan Koktail

Presentasi busana kontemporer dan koktail berlangsung di hari kedua, 29 November 2006. Kali ini menampilkan nama-nama yang relatif lebih dikenal dalam dunia Fashion Indonesia, sebut saja nama Poppy Dharsono, Musa dan Taruna K Kusmayadi. Selain mengangkat tema batik, rancangan mereka kali ini juga banyak dipengaruhi oleh gaya hidup masa kini seperti gaya harajuku yang ditampilkan Lenny Agustin. Namun ada juga yang memilih sedikit 'melihat' kebelakang, seperti yang dilakukan Hengki Kawilarang dengan gaya uptown woman di tahun 20 dan 50-an. Tentu saja rancangan ini sesuai dengan trend warna 2007, Sariayu Parijs Van Java hasil inspirasi keelokan kota Bandung yang terkenal sejak para petinggi Belanda masih terlihat lalu lalang di pertokoan Braga yang bergaya Art Deco.

Nuansa art deco di tahun 20-30 berpadu dengan
gaya masa kini

Gaya busana Kontemporer

Gaya busana koktail

 

Next »

 

ARSIP BERITA :

- Sariayu Mencatat Rekor MURI, Merias Diri Seribu Wajah!
- Liputan Pesta Trend Warna Sariayu 2007 - Parijs Van Java
- Pesta Trend Warna Sariayu 2007 - Parijs Van Java - Kembangkan Bunga Cantikmu

- Launching Trend Warna 2007, Sariayu Parijs Van Java di Fashion Tendance APPMI, 2007
- Tampil Putih Langsat di Universitas Moestopo
- Seminar 'Putih Langsat, untuk Putihnya Hariku'
-
Bazaar 'Putih Langsat, untuk Putihnya Hariku'
- Putih Langsat Untuk Putihnya Hariku
- Kembali Putih, Seputih Hatimu di Bulan Suci Ramadhan
- Sariayu Menandai Deklarasi Global Compact Network Indonesia









 
Copyright © 2000 - 2008. Martha Tilaar All rights reserved.